Jumat, 28 Agustus 2009

KENAAA DECHHHHHH........



KENA DECHH itulah kata yang diucapkan anggota DENSUS 88 pada hari Rabu tanggal 26 Agustus 2009 sekitar pukul 12.00 di daerah Purworejo Klampok kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan laporan yang diterima bahwa ada teror bom di kilang minyak Pertamina Cilacap yang kemudian setelah diselidiki teror bom tersebut diduga dilakukan oleh seorang guru sekolah swasta di kecamatan purworejo klampok Banjarnegara.
penangkapan salah seorang guru tersebut membuat anggota keluarga dan para tetangganya menjadi geger.sebab, kabar yang berhembus di masyarakat adalah adanya tersangka teroris yang ditangkap polisi. sontak hal itu membuat ketenangan warga menjadi terusik, warga yang biasanya tenang-tenagn saja menjadi penasaran untuk mengetahui kabar sesungguhnya. ternyata eh ternyata yang ditangkap adalah seorang guru sekaligus ketua panwas kecamatan purworejo kalmpok. hal itu bermula dari keisengan oknum guru tersebut mengirim sms dan telpon teror bom di depo kilang minyak Pertamina Cilacap yang ditujukan kepada salah seorang temannya. karena merasa tidak mengenal nomornya temanya langsung ketakutan dan melaporkan kejadian itu kepada polisi sehingga polisi langsung bertindak menyisir depo pertamina dan mencari pelaku teror tersebut. akhirnya keeenaaaaaaa deechhhhh.......... mungkin si pelaku terinspirasi oleh salah satu acara reality show di salah saatu TV Swasta.

Malaysia Truly Indonesia



Minggu2 ini masyarakat Indonesia kembali digegerkan oleh berita mengenai kasus iklan pariwisata negeri jiran yang menayangkan tari pendet asal bali dalam takjub "enigmatic Malaysia". Masyarakat Indonesia kembali bergejolak karena karya budaya bangsanya kembali dicuri oleh negara tetangga kita untuk kepentingan penjualan wisata negeri itu. belum kering rasanya luka hati masyarakat Indonesia karena ulah Malaysia yang selalu mengklaim kebudayaan milik kita mulai dari lagu rasa sayange, batik, angklung, reog Ponorogo, bahkan sampai kasus blok Ambalat. kini mereka berulah lagi dengan mengklaim tari pendet sebagai tari mereka, itu menandakan bahwa Malaysia miskin akan budaya yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara sehingga mereka memanfatkan kelemahan pemerintahan kita dengan mengklaim kebudayaan milik Indonesia.karena itu pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa setiap daerah harus mendaftarkan aset kebudayaan asli supaya tidak di klaim lagi oleh negara lain..dan masyarakat Indonesia juga berharap agar semboyan Malaysia untuk sektor pariwisatanya dengan semboyan MALAYSIA TRULY ASIA diganti dengan MALAYSIA TRULY INDONESIA..merdeka