Banyak remaja lebih suka curhat sama temen deketnya ketimbang sama orang tua mereka, penyebabnya curhat sama ortu dianggap tidak nyaman dan tidak aman. Ketika baru mau curhat sudah kebayang ortu bilang..ga boleh begini..ga boleh begitu,
Dari segi bahasa, mereka juga terkesan menggurui, nggak pakai bahasa gaul n cool alias bahasa yang gampang diterima anak muda, jadi anak merasa jadi tertuduh atau tersangka. Oleh sebab itu remaja kebanyakan mencari saluran yang lebih aman, nyaman, dan tidak mengganggu kondisi mereka, akhirnya mereka lebih memilih teman sebaya ditambah lagi masa remaja biasanya jadi masa anak menarik diri dari keluarga mereka lebih percaya pada kelompok sebayanya (peer group).
Tapi…..bukan berarti orang tua tidak bias jadi tempat curhat yang asyik. Asal ortu bias menempatkan diri mereka sebagai remaja, anak bakal merasa nyaman buat curhat, toh orang tua kan juga pernah muda juga. Beliau bisa memanfaatkan masa mudanya dulu buat ngobrol sama putra mereka.
Sebetulnya kunci semua ini ada pada pola asuh dalam keluarganya, pola aasuh ini menjadi semacam pondasi dasar, kalau dari kecil anak tidak pernah diajak ngomong, orang tua sibuk dengan kerjaannya, ya anak akan cenderung enggan dan malas untuk bercerita. Tapi kebanyakan orang tua tidak melibatkan anak-anaknya dalam pembicaraan keluarga dengan alas an mereka masih kecil, padahal sebetulnya curhat lebih aman dengan orang tua, segudang masalah yang menimpa anak, orang tua pasti jadi tempat terbaik untuk kembali..seperti dalam pepatah sebuas-buasnya harimau, dia tidak akan memakan anaknya sendiri.
Memang, kesenjangan antara masa lalu dan masa kini kadang jadi kendala berkomunikasi antara anak dan orangtua, makanya biar lebih nyambung lagi sebaiknya orang tua rajin-rajin mengikuti perkembangan jaman. Kalau tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, ya jadilah pendengar yang baik.
putuw1jaya
Hidup adalah sebuah pilihan..
Senin, 08 Maret 2010
Jumat, 28 Agustus 2009
KENAAA DECHHHHHH........


KENA DECHH itulah kata yang diucapkan anggota DENSUS 88 pada hari Rabu tanggal 26 Agustus 2009 sekitar pukul 12.00 di daerah Purworejo Klampok kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan laporan yang diterima bahwa ada teror bom di kilang minyak Pertamina Cilacap yang kemudian setelah diselidiki teror bom tersebut diduga dilakukan oleh seorang guru sekolah swasta di kecamatan purworejo klampok Banjarnegara.
penangkapan salah seorang guru tersebut membuat anggota keluarga dan para tetangganya menjadi geger.sebab, kabar yang berhembus di masyarakat adalah adanya tersangka teroris yang ditangkap polisi. sontak hal itu membuat ketenangan warga menjadi terusik, warga yang biasanya tenang-tenagn saja menjadi penasaran untuk mengetahui kabar sesungguhnya. ternyata eh ternyata yang ditangkap adalah seorang guru sekaligus ketua panwas kecamatan purworejo kalmpok. hal itu bermula dari keisengan oknum guru tersebut mengirim sms dan telpon teror bom di depo kilang minyak Pertamina Cilacap yang ditujukan kepada salah seorang temannya. karena merasa tidak mengenal nomornya temanya langsung ketakutan dan melaporkan kejadian itu kepada polisi sehingga polisi langsung bertindak menyisir depo pertamina dan mencari pelaku teror tersebut. akhirnya keeenaaaaaaa deechhhhh.......... mungkin si pelaku terinspirasi oleh salah satu acara reality show di salah saatu TV Swasta.
Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan laporan yang diterima bahwa ada teror bom di kilang minyak Pertamina Cilacap yang kemudian setelah diselidiki teror bom tersebut diduga dilakukan oleh seorang guru sekolah swasta di kecamatan purworejo klampok Banjarnegara.
penangkapan salah seorang guru tersebut membuat anggota keluarga dan para tetangganya menjadi geger.sebab, kabar yang berhembus di masyarakat adalah adanya tersangka teroris yang ditangkap polisi. sontak hal itu membuat ketenangan warga menjadi terusik, warga yang biasanya tenang-tenagn saja menjadi penasaran untuk mengetahui kabar sesungguhnya. ternyata eh ternyata yang ditangkap adalah seorang guru sekaligus ketua panwas kecamatan purworejo kalmpok. hal itu bermula dari keisengan oknum guru tersebut mengirim sms dan telpon teror bom di depo kilang minyak Pertamina Cilacap yang ditujukan kepada salah seorang temannya. karena merasa tidak mengenal nomornya temanya langsung ketakutan dan melaporkan kejadian itu kepada polisi sehingga polisi langsung bertindak menyisir depo pertamina dan mencari pelaku teror tersebut. akhirnya keeenaaaaaaa deechhhhh.......... mungkin si pelaku terinspirasi oleh salah satu acara reality show di salah saatu TV Swasta.
Malaysia Truly Indonesia


Minggu2 ini masyarakat Indonesia kembali digegerkan oleh berita mengenai kasus iklan pariwisata negeri jiran yang menayangkan tari pendet asal bali dalam takjub "enigmatic Malaysia". Masyarakat Indonesia kembali bergejolak karena karya budaya bangsanya kembali dicuri oleh negara tetangga kita untuk kepentingan penjualan wisata negeri itu. belum kering rasanya luka hati masyarakat Indonesia karena ulah Malaysia yang selalu mengklaim kebudayaan milik kita mulai dari lagu rasa sayange, batik, angklung, reog Ponorogo, bahkan sampai kasus blok Ambalat. kini mereka berulah lagi dengan mengklaim tari pendet sebagai tari mereka, itu menandakan bahwa Malaysia miskin akan budaya yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara sehingga mereka memanfatkan kelemahan pemerintahan kita dengan mengklaim kebudayaan milik Indonesia.karena itu pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa setiap daerah harus mendaftarkan aset kebudayaan asli supaya tidak di klaim lagi oleh negara lain..dan masyarakat Indonesia juga berharap agar semboyan Malaysia untuk sektor pariwisatanya dengan semboyan MALAYSIA TRULY ASIA diganti dengan MALAYSIA TRULY INDONESIA..merdeka
Senin, 04 Mei 2009
SMP N 3 PWJ KLAMPOK SEKOLAH INKLUSI

| Sekolah Inklusi Jawaban Pendidikan untuk Semua.... |
Hari itu masih pagi. Ada sepasang anak kembar, berwajah sangat manis. Yang satunya terlihat diam, sambil memandang lurus kedepan. Sedangkan yang satunya, tak bisa diam dan selalu menarik - narik kerudung sang bunda dan pengasuhnya.
Sepintas tak ada yang aneh dari pemandangan itu. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ada yang "menarik" dari kedua bocah ini. Wajah manis mereka tak mampu menutupi tingkah polah mereka yang diluar kebiasaan anak pada umumnya. Bocah yang terlihat kalem tersebut tak pernah peduli dengan sekelilingnya. Padahal banyak orang yang merasa gemas dengannya. Sedangkan yang kembarannya, walaupun terlihat agresif namun hanya tertarik pada satu hal. Dia hanya tertarik pada rambut. Jadi jangan berani mendekat jika tak pakai jilbab atau kerudung pasti akan dikejar untuk sekedar dipegang rambut anda. Saya yang penasaran mencoba untuk mendekat. Setelah saya berbicara dan mendapatkan sedikit informasi dari sang bunda, kedua anak tersebut adalah anak - anak autis.
Itu adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Di sebuah sekolah yang bukan sekolah luar biasa, tapi sekolah biasa dengan kurikulum standar. Namun sekolah ini, telah memantapkan diri untuk menerima semua "jenis" anak, apapun kondisinya. Karena setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan. Siapapun dia. Inilah yang mungkin dinamakan sekolah inklusi.
Sekolah inklusi memang tengah bergerak progresif. Walaupun pada saat ini baru terdapat 624 sekolah Inklusi di seluruh Indonesai, dari tingkat SD hingga SMA. Pada awalnya, dikarenakan begitu sulitnya dan terbatasnya mencari sekolah untuk anak - anak berkebutuhan khusus atau cacat, muncul ide untuk menerima mereka di sekolah biasa dengan program khusus. Artinya mereka dapat mengikuti kelas biasa, namun disisi lain merekapun harus mengikuti program khusus sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mereka. Kurikulumpun mereka mengikuti kurikulum biasa, namun dengan implementasi yang "terpotong - potong".
Namun demikian, sekolah inklusi tidaklah hanya sebatas untuk memberi kesempatan kepada anak - anak berkebutuhan khusus untuk menikmati pendidikan yang sama, namun hak berpendidikan juga untuk anak - anak lain yang kurang beruntung, misalnya anak dengan HIV/AIDS, anak - anak jalananan, anak yang tidak mampu (fakir - miskin), anak - anak korban perkosaan, korban perang dan lainnya, tanpa melihat agama, ras dan bahasanya.
Pendidikkan inklusi memang tengah bergerak, namun masih banyak ditemukan kendala untuk melaksanakannya. Dari fasilitas yang terbatas, misalnya fasilitas program khusus, seperti ruang terapi, alat terapi, maupun sumber daya manusia yang kapabel. Dilain pihak sekolah inklusi masih asing didengar oleh sebagia masyarakat kita. Bahkan tak jarang ada orang tua yang keberatan anaknya disatukan dalam satu kelas dengan anak berkebutuhan khusus, karena takut anaknya tertular.
Sekolah inklusi adalah sebuah metamorfosa budaya manusia yang semakin moderen dan menglobal. Bahwa setiap manusia adalah sama, punya hak yang sama dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan demi mengejar kehidupannya yang lebih baik. Tanpa melihat apakah warna kulitnya, rasnya, agama, maupun bawaan genetiknya, setiap orang berhak untuk sejajar dalam berkependidikan. Saya kira sekolah inklusi merupakan salah satu jawaban, bahwa pendidikan tak mengenal diskriminasi, bahwa semua berhak untuk mendapatkannya. Saat ini, pendidikan kita masih melihat peserta didik dengan satu kaca mata, semua anak adalah sama. Padahal, setiap anak terlahir dengan membawa perbedaan dan keunikannya masing - masing. Artinya, setiap anak harus diberi ruang dan hak untuk berkembang sesuai dengan kapasitas yang dibawanya. Sekilas saya bisa melihatnya, bahwa sekolah inklusipun bisa bersesuaian dengan pendekatan multiple intelegences. Sebuah pendekatan pembelajaran yang sedang banyak dikembangkan pula.
Sekolah inklusi merupakan sebuah prinsip persamaan hak manusia, dan juga jawaban dari perbedaan kita sebagai manusia. SMP N 3 PWJ KLAMPOK BANJARNEGARA mengajar dengan hati nurani......
Sepintas tak ada yang aneh dari pemandangan itu. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ada yang "menarik" dari kedua bocah ini. Wajah manis mereka tak mampu menutupi tingkah polah mereka yang diluar kebiasaan anak pada umumnya. Bocah yang terlihat kalem tersebut tak pernah peduli dengan sekelilingnya. Padahal banyak orang yang merasa gemas dengannya. Sedangkan yang kembarannya, walaupun terlihat agresif namun hanya tertarik pada satu hal. Dia hanya tertarik pada rambut. Jadi jangan berani mendekat jika tak pakai jilbab atau kerudung pasti akan dikejar untuk sekedar dipegang rambut anda. Saya yang penasaran mencoba untuk mendekat. Setelah saya berbicara dan mendapatkan sedikit informasi dari sang bunda, kedua anak tersebut adalah anak - anak autis.
Itu adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Di sebuah sekolah yang bukan sekolah luar biasa, tapi sekolah biasa dengan kurikulum standar. Namun sekolah ini, telah memantapkan diri untuk menerima semua "jenis" anak, apapun kondisinya. Karena setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan. Siapapun dia. Inilah yang mungkin dinamakan sekolah inklusi.
Sekolah inklusi memang tengah bergerak progresif. Walaupun pada saat ini baru terdapat 624 sekolah Inklusi di seluruh Indonesai, dari tingkat SD hingga SMA. Pada awalnya, dikarenakan begitu sulitnya dan terbatasnya mencari sekolah untuk anak - anak berkebutuhan khusus atau cacat, muncul ide untuk menerima mereka di sekolah biasa dengan program khusus. Artinya mereka dapat mengikuti kelas biasa, namun disisi lain merekapun harus mengikuti program khusus sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mereka. Kurikulumpun mereka mengikuti kurikulum biasa, namun dengan implementasi yang "terpotong - potong".
Namun demikian, sekolah inklusi tidaklah hanya sebatas untuk memberi kesempatan kepada anak - anak berkebutuhan khusus untuk menikmati pendidikan yang sama, namun hak berpendidikan juga untuk anak - anak lain yang kurang beruntung, misalnya anak dengan HIV/AIDS, anak - anak jalananan, anak yang tidak mampu (fakir - miskin), anak - anak korban perkosaan, korban perang dan lainnya, tanpa melihat agama, ras dan bahasanya.
Pendidikkan inklusi memang tengah bergerak, namun masih banyak ditemukan kendala untuk melaksanakannya. Dari fasilitas yang terbatas, misalnya fasilitas program khusus, seperti ruang terapi, alat terapi, maupun sumber daya manusia yang kapabel. Dilain pihak sekolah inklusi masih asing didengar oleh sebagia masyarakat kita. Bahkan tak jarang ada orang tua yang keberatan anaknya disatukan dalam satu kelas dengan anak berkebutuhan khusus, karena takut anaknya tertular.
Sekolah inklusi adalah sebuah metamorfosa budaya manusia yang semakin moderen dan menglobal. Bahwa setiap manusia adalah sama, punya hak yang sama dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan demi mengejar kehidupannya yang lebih baik. Tanpa melihat apakah warna kulitnya, rasnya, agama, maupun bawaan genetiknya, setiap orang berhak untuk sejajar dalam berkependidikan. Saya kira sekolah inklusi merupakan salah satu jawaban, bahwa pendidikan tak mengenal diskriminasi, bahwa semua berhak untuk mendapatkannya. Saat ini, pendidikan kita masih melihat peserta didik dengan satu kaca mata, semua anak adalah sama. Padahal, setiap anak terlahir dengan membawa perbedaan dan keunikannya masing - masing. Artinya, setiap anak harus diberi ruang dan hak untuk berkembang sesuai dengan kapasitas yang dibawanya. Sekilas saya bisa melihatnya, bahwa sekolah inklusipun bisa bersesuaian dengan pendekatan multiple intelegences. Sebuah pendekatan pembelajaran yang sedang banyak dikembangkan pula.
Sekolah inklusi merupakan sebuah prinsip persamaan hak manusia, dan juga jawaban dari perbedaan kita sebagai manusia. SMP N 3 PWJ KLAMPOK BANJARNEGARA mengajar dengan hati nurani......
SMP N 3 Pwj Klampok Banjarnegara sekolah sehat 2008
SEKOLAH SEHAT 2008menyandang gelar sekolah sehat merupakan dambaan setiap sekolah karena hal tersebut mencerminkan bahwa sekolah tersebut bersih dan sehat, namun yang terpentinag adalah bukan gelar atau piala yang palinag penting adalah kesadaran pada diri sendiri untuk menwujudkan hidup bersih dan sehat.
untuk mewujudkan impian menjadi sekolah sehat tidak semata-mata datang dengan sendirinya perlu kerja keras dari berbagai pihak, baik dari kepala sekolah, guru, karyawan, bahkan yang paling mendukung adalah siswa.Cukup lama kita mempersiapkan banyak hal agar sekolah ini terlihat indah, nyaman, bersih, rindang dan yang paling penting kondusif untuk mendukung proses belajar kami. setelah terpilih sebagai juara 1 sekolah sehat tingkat kabupaten Banjenegara kami dimandatkan untuk mengikuti lomba sekolah sehat tingkat propinsi. Semuanya kami tata ulang mulai dari taman depan, taman dinding depan, halaman utama, setiap taman kecil semua selasar sekolah, lahan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), kantin, lapangan dan semua sudut sekolah kami percantik dengan tanama-tanaman yang hijau nan indah bahkan kebun sekolahpun tak ketinggalan kami kelola karena sekolah kami terkenal dengan budi daya tanaman rossela yang berguna bagi kesehatan.. Semuanya kami rancang untuk memenuhi komitmen kami untuk menjadi sekolah sehat dan sekolah yang berbudaya lingkungan. Apa yang kami buat, bukan hanyalah untuk mendapatkan prestise ataupun sanjungan dari luar atau bahkan mungkin hanya sekedar Piala, namun kami sadar bahwa semua ini adalah untuk semua warga sekolah. Namun toh kalau saja ternyata pada kenyataannya semua yang disebutkan tadi kami dapatkan, ya apa boleh buat dan itu berarti " Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui " atau juga bisa ... " Sambil Menyelam Minum Susu ", dan kami rasa bisa juga ... " Besar Pasak Dari Pada Tiang ",... " Bersaki-sakit Dahulu Berenang-renang Kemudian " .... eh ini bisa juga kali. Wah Pokoknya semuanya indah sampai pada akhirnya .....kami mendapatkan juara 3 sekolah sehat tingkat propinsi, meski tidak meraih juara umum tetapi banyak manfaat yang kami peroleh.
Langganan:
Postingan (Atom)

