Senin, 04 Mei 2009

SMP N 3 PWJ KLAMPOK SEKOLAH INKLUSI


Sekolah Inklusi Jawaban Pendidikan untuk Semua....

Hari itu masih pagi. Ada sepasang anak kembar, berwajah sangat manis. Yang satunya terlihat diam, sambil memandang lurus kedepan. Sedangkan yang satunya, tak bisa diam dan selalu menarik - narik kerudung sang bunda dan pengasuhnya.

Sepintas tak ada yang aneh dari pemandangan itu. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ada yang "menarik" dari kedua bocah ini. Wajah manis mereka tak mampu menutupi tingkah polah mereka yang diluar kebiasaan anak pada umumnya. Bocah yang terlihat kalem tersebut tak pernah peduli dengan sekelilingnya. Padahal banyak orang yang merasa gemas dengannya. Sedangkan yang kembarannya, walaupun terlihat agresif namun hanya tertarik pada satu hal. Dia hanya tertarik pada rambut. Jadi jangan berani mendekat jika tak pakai jilbab atau kerudung pasti akan dikejar untuk sekedar dipegang rambut anda. Saya yang penasaran mencoba untuk mendekat. Setelah saya berbicara dan mendapatkan sedikit informasi dari sang bunda, kedua anak tersebut adalah anak - anak autis.

Itu adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Di sebuah sekolah yang bukan sekolah luar biasa, tapi sekolah biasa dengan kurikulum standar. Namun sekolah ini, telah memantapkan diri untuk menerima semua "jenis" anak, apapun kondisinya. Karena setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan. Siapapun dia. Inilah yang mungkin dinamakan sekolah inklusi.

Sekolah inklusi memang tengah bergerak progresif. Walaupun pada saat ini baru terdapat 624 sekolah Inklusi di seluruh Indonesai, dari tingkat SD hingga SMA. Pada awalnya, dikarenakan begitu sulitnya dan terbatasnya mencari sekolah untuk anak - anak berkebutuhan khusus atau cacat, muncul ide untuk menerima mereka di sekolah biasa dengan program khusus. Artinya mereka dapat mengikuti kelas biasa, namun disisi lain merekapun harus mengikuti program khusus sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas mereka. Kurikulumpun mereka mengikuti kurikulum biasa, namun dengan implementasi yang "terpotong - potong".

Namun demikian, sekolah inklusi tidaklah hanya sebatas untuk memberi kesempatan kepada anak - anak berkebutuhan khusus untuk menikmati pendidikan yang sama, namun hak berpendidikan juga untuk anak - anak lain yang kurang beruntung, misalnya anak dengan HIV/AIDS, anak - anak jalananan, anak yang tidak mampu (fakir - miskin), anak - anak korban perkosaan, korban perang dan lainnya, tanpa melihat agama, ras dan bahasanya.

Pendidikkan inklusi memang tengah bergerak, namun masih banyak ditemukan kendala untuk melaksanakannya. Dari fasilitas yang terbatas, misalnya fasilitas program khusus, seperti ruang terapi, alat terapi, maupun sumber daya manusia yang kapabel. Dilain pihak sekolah inklusi masih asing didengar oleh sebagia masyarakat kita. Bahkan tak jarang ada orang tua yang keberatan anaknya disatukan dalam satu kelas dengan anak berkebutuhan khusus, karena takut anaknya tertular.

Sekolah inklusi adalah sebuah metamorfosa budaya manusia yang semakin moderen dan menglobal. Bahwa setiap manusia adalah sama, punya hak yang sama dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan demi mengejar kehidupannya yang lebih baik. Tanpa melihat apakah warna kulitnya, rasnya, agama, maupun bawaan genetiknya, setiap orang berhak untuk sejajar dalam berkependidikan. Saya kira sekolah inklusi merupakan salah satu jawaban, bahwa pendidikan tak mengenal diskriminasi, bahwa semua berhak untuk mendapatkannya. Saat ini, pendidikan kita masih melihat peserta didik dengan satu kaca mata, semua anak adalah sama. Padahal, setiap anak terlahir dengan membawa perbedaan dan keunikannya masing - masing. Artinya, setiap anak harus diberi ruang dan hak untuk berkembang sesuai dengan kapasitas yang dibawanya. Sekilas saya bisa melihatnya, bahwa sekolah inklusipun bisa bersesuaian dengan pendekatan multiple intelegences. Sebuah pendekatan pembelajaran yang sedang banyak dikembangkan pula.

Sekolah inklusi merupakan sebuah prinsip persamaan hak manusia, dan juga jawaban dari perbedaan kita sebagai manusia. SMP N 3 PWJ KLAMPOK BANJARNEGARA mengajar dengan hati nurani......

SMP N 3 Pwj Klampok Banjarnegara sekolah sehat 2008

SEKOLAH SEHAT 2008

menyandang gelar sekolah sehat merupakan dambaan setiap sekolah karena hal tersebut mencerminkan bahwa sekolah tersebut bersih dan sehat, namun yang terpentinag adalah bukan gelar atau piala yang palinag penting adalah kesadaran pada diri sendiri untuk menwujudkan hidup bersih dan sehat.
untuk mewujudkan impian menjadi sekolah sehat tidak semata-mata datang dengan sendirinya perlu kerja keras dari berbagai pihak, baik dari kepala sekolah, guru, karyawan, bahkan yang paling mendukung adalah siswa.Cukup lama kita mempersiapkan banyak hal agar sekolah ini terlihat indah, nyaman, bersih, rindang dan yang paling penting kondusif untuk mendukung proses belajar kami. setelah terpilih sebagai juara 1 sekolah sehat tingkat kabupaten Banjenegara kami dimandatkan untuk mengikuti lomba sekolah sehat tingkat propinsi. Semuanya kami tata ulang mulai dari taman depan, taman dinding depan, halaman utama, setiap taman kecil semua selasar sekolah, lahan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), kantin, lapangan dan semua sudut sekolah kami percantik dengan tanama-tanaman yang hijau nan indah bahkan kebun sekolahpun tak ketinggalan kami kelola karena sekolah kami terkenal dengan budi daya tanaman rossela yang berguna bagi kesehatan.. Semuanya kami rancang untuk memenuhi komitmen kami untuk menjadi sekolah sehat dan sekolah yang berbudaya lingkungan. Apa yang kami buat, bukan hanyalah untuk mendapatkan prestise ataupun sanjungan dari luar atau bahkan mungkin hanya sekedar Piala, namun kami sadar bahwa semua ini adalah untuk semua warga sekolah. Namun toh kalau saja ternyata pada kenyataannya semua yang disebutkan tadi kami dapatkan, ya apa boleh buat dan itu berarti " Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui " atau juga bisa ... " Sambil Menyelam Minum Susu ", dan kami rasa bisa juga ... " Besar Pasak Dari Pada Tiang ",... " Bersaki-sakit Dahulu Berenang-renang Kemudian " .... eh ini bisa juga kali. Wah Pokoknya semuanya indah sampai pada akhirnya .....kami mendapatkan juara 3 sekolah sehat tingkat propinsi, meski tidak meraih juara umum tetapi banyak manfaat yang kami peroleh.